Mata adalah jendela dunia yang memungkinkan kita menikmati keindahan di sekitar. Namun, seringkali kita mengabaikan tanda-tanda peringatan yang diberikan mata ketika kesehatan mereka terganggu. Banyak orang baru menyadari ada masalah pada mata ketika kondisinya sudah cukup parah. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada penglihatan. Mari kita kenali 7 ciri-ciri mata tidak sehat yang sering diabaikan agar Anda dapat mengambil tindakan preventif sejak dini.
1. Mata Sering Terasa Kering dan Gatal
Gejala yang Sering Diabaikan
Mata kering mungkin terdengar seperti masalah sepele yang akan hilang dengan sendirinya. Banyak orang menganggapnya hanya akibat kelelahan atau terlalu lama menatap layar. Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus, bisa jadi ini adalah tanda sindrom mata kering (dry eye syndrome) yang perlu perhatian serius.
Tanda-tanda mata kering yang perlu diwaspadai:
- Sensasi seperti ada pasir di mata
- Mata terasa perih atau terbakar
- Penglihatan kabur yang hilang-timbul
- Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
- Kesulitan membuka mata di pagi hari
- Mata mudah lelah saat membaca atau menggunakan komputer
- Paradoksnya, mata justru sering berair (air mata refleks berlebihan sebagai kompensasi)
Mengapa Ini Terjadi?
Mata kering terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas air mata buruk. Beberapa penyebab umum:
Faktor lingkungan – AC, angin, asap, dan udara kering dapat mempercepat penguapan air mata.
Penggunaan layar berlebihan – Saat fokus pada layar, frekuensi berkedip menurun drastis dari 15-20 kali per menit menjadi hanya 5-7 kali, menyebabkan mata kering.
Usia – Produksi air mata menurun seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita setelah menopause.
Obat-obatan – Antihistamin, dekongestan, antidepresan, dan obat tekanan darah dapat mengurangi produksi air mata.
Kondisi kesehatan – Diabetes, rheumatoid arthritis, penyakit tiroid, dan sindrom Sjögren dapat menyebabkan mata kering kronis.
Apa yang Harus Dilakukan?
- Gunakan tetes mata buatan (artificial tears) tanpa pengawet
- Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik
- Gunakan humidifier untuk meningkatkan kelembapan ruangan
- Konsumsi omega-3 dari ikan atau suplemen
- Kompres hangat pada mata selama 5-10 menit
- Jika tidak membaik dalam 2 minggu, konsultasikan dengan dokter mata
2. Penglihatan Kabur yang Datang dan Pergi
Gejala yang Sering Diabaikan
Banyak orang mengalami penglihatan kabur sesekali dan menganggapnya normal, terutama setelah bangun tidur atau saat lelah. Namun, jika penglihatan kabur terjadi secara berulang atau semakin sering, ini bisa menjadi tanda masalah serius.
Karakteristik penglihatan kabur yang perlu diwaspadai:
- Kabur yang datang tiba-tiba dan hilang dalam beberapa menit atau jam
- Penglihatan kabur di satu mata saja
- Kabur yang memburuk pada waktu tertentu (pagi atau malam)
- Disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala atau mata berair
- Kesulitan fokus saat berpindah dari jarak dekat ke jauh atau sebaliknya
Mengapa Ini Terjadi?
Penglihatan kabur yang intermiten bisa disebabkan oleh berbagai kondisi:
Fluktuasi gula darah – Pada penderita diabetes atau prediabetes, kadar gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan lensa mata membengkak atau menyusut, mengubah fokus penglihatan.
Mata kering – Permukaan mata yang kering tidak dapat membiaskan cahaya dengan baik, menyebabkan penglihatan kabur sementara.
Kelelahan mata – Overwork pada otot mata dapat menyebabkan spasme yang mengakibatkan penglihatan kabur.
Perubahan tekanan darah – Fluktuasi tekanan darah dapat mempengaruhi aliran darah ke mata dan saraf optik.
Migrain mata – Menyebabkan gangguan visual sementara sebelum atau selama sakit kepala.
Awal katarak – Katarak yang baru berkembang dapat menyebabkan penglihatan kabur yang hilang-timbul, terutama dalam cahaya terang.
Apa yang Harus Dilakukan?
- Catat kapan penglihatan kabur terjadi dan berapa lama berlangsung
- Periksa gula darah jika Anda memiliki risiko diabetes
- Istirahatkan mata secara teratur
- Pastikan pencahayaan memadai saat bekerja
- Segera periksa ke dokter mata jika penglihatan kabur bertahan lebih dari beberapa jam atau disertai gejala lain seperti nyeri, kilatan cahaya, atau floaters
3. Mata Sering Berkedut (Eye Twitching)
Gejala yang Sering Diabaikan
Kedutan kelopak mata atau yang disebut myokymia adalah kondisi yang sangat umum dan sering dianggap remeh. Kebanyakan orang menganggapnya hanya akibat stres atau kelelahan biasa. Memang benar dalam banyak kasus, tetapi kedutan yang berlangsung lama atau parah bisa mengindikasikan masalah yang lebih serius.
Tanda-tanda kedutan mata yang perlu perhatian:
- Kedutan berlangsung lebih dari seminggu
- Kedutan sangat kuat hingga mata tertutup sepenuhnya
- Kedutan melibatkan bagian wajah lainnya
- Mata merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan saat berkedut
- Kelopak atas turun (ptosis) saat tidak berkedut
Mengapa Ini Terjadi?
Kedutan mata biasanya disebabkan oleh:
Kelelahan dan kurang tidur – Otot mata yang lelah lebih rentan mengalami kontraksi tidak terkontrol.
Stres – Stres menyebabkan ketegangan otot, termasuk otot di sekitar mata.
Kafein berlebihan – Konsumsi kopi, teh, atau minuman energi berlebihan dapat memicu kedutan.
Mata kering atau iritasi – Mata yang kering atau teriritasi dapat menyebabkan respons berkedut.
Kekurangan nutrisi – Terutama magnesium, dapat menyebabkan kejang otot termasuk di kelopak mata.
Alergi – Mata gatal akibat alergi yang digosok berulang kali dapat memicu kedutan.
Pada kasus yang jarang, kedutan persisten bisa menjadi gejala:
- Blefarospasme (kontraksi kelopak mata yang tidak terkontrol)
- Spasme hemifasial (gangguan saraf wajah)
- Sindrom Tourette
- Penyakit neurologis lainnya
Apa yang Harus Dilakukan?
- Tidur cukup 7-9 jam per malam
- Kurangi konsumsi kafein
- Kelola stres dengan meditasi atau olahraga
- Gunakan tetes mata untuk mengatasi mata kering
- Kompres hangat pada area yang berkedut
- Konsumsi makanan kaya magnesium (pisang, alpukat, kacang-kacangan)
- Jika kedutan berlanjut lebih dari 2 minggu atau memburuk, konsultasikan dengan dokter
4. Floaters (Bintik atau Benang Mengambang) yang Meningkat
Gejala yang Sering Diabaikan
Floaters adalah bintik-bintik, benang, atau bayangan kecil yang tampak melayang di medan pandang Anda. Hampir semua orang mengalami floaters sesekali, dan ini umumnya normal. Namun, peningkatan mendadak jumlah floaters atau perubahan pola floaters bisa menjadi tanda peringatan serius yang sering diabaikan.
Floaters normal vs. floaters yang berbahaya:
Floaters normal:
- Beberapa bintik atau benang tipis yang sudah lama ada
- Lebih terlihat saat melihat latar belakang terang (langit biru, dinding putih)
- Bergerak mengikuti gerakan mata
- Tidak disertai kilatan cahaya
- Tidak mempengaruhi penglihatan secara signifikan
Floaters yang perlu diwaspadai:
- Peningkatan mendadak jumlah floaters dalam hitungan jam atau hari
- Floaters sangat banyak seperti “hujan jelaga” atau “sarang laba-laba”
- Disertai kilatan cahaya (photopsia) terutama di penglihatan tepi
- Ada tirai atau bayangan gelap menutupi sebagian penglihatan
- Penglihatan tiba-tiba kabur atau menurun
- Floaters muncul setelah cedera mata atau operasi mata
Mengapa Ini Terjadi?
Floaters terjadi karena perubahan pada gel vitreous yang mengisi bola mata:
Penuaan normal – Seiring usia, gel vitreous menyusut dan menggumpal, menciptakan bayangan pada retina yang terlihat sebagai floaters.
Ablasi vitreous posterior (PVD) – Kondisi umum pada usia di atas 50 tahun ketika gel vitreous terlepas dari retina. Biasanya tidak berbahaya tetapi perlu pemantauan.
Kondisi serius yang memerlukan perhatian segera:
Ablasi retina – Retina terlepas dari jaringan penunjangnya. Ini adalah kondisi darurat mata yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak segera ditangani.
Perdarahan vitreous – Darah memasuki gel vitreous, sering akibat retinopati diabetik atau robekan retina.
Peradangan mata (uveitis) – Peradangan di bagian dalam mata dapat menyebabkan sel-sel melayang di vitreous.
Robekan retina – Kerusakan pada retina yang bisa berkembang menjadi ablasi retina.
Apa yang Harus Dilakukan?
- SEGERA KE DOKTER MATA jika mengalami peningkatan mendadak floaters, kilatan cahaya, atau kehilangan penglihatan
- Untuk floaters normal, tidak perlu pengobatan khusus
- Hindari gerakan kepala tiba-tiba yang dapat memperburuk floaters
- Jangan mengabaikan gejala ini, terutama jika Anda penderita diabetes, miopia tinggi, atau pernah cedera mata
- Pemeriksaan funduskopi (melihat bagian dalam mata) penting untuk memastikan tidak ada robekan atau ablasi retina
5. Sensitivitas Cahaya yang Berlebihan (Photophobia)
Gejala yang Sering Diabaikan
Sedikit tidak nyaman dengan cahaya terang adalah hal normal. Namun, jika Anda merasa sangat terganggu bahkan oleh cahaya normal, sering menyipitkan mata, atau harus menggunakan kacamata hitam di dalam ruangan, ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan mata atau bahkan kondisi sistemik.
Tanda-tanda photophobia yang tidak normal:
- Tidak bisa mentolerir cahaya dalam ruangan normal
- Sakit kepala atau mata berair saat terpapar cahaya
- Harus selalu menggunakan kacamata hitam, bahkan di dalam ruangan
- Nyeri mata yang memburuk dengan cahaya
- Menyipitkan mata berlebihan atau menutup mata saat ada cahaya
- Kesulitan membuka mata setelah tidur
Mengapa Ini Terjadi?
Sensitivitas cahaya berlebihan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi:
Masalah permukaan mata:
- Mata kering yang parah
- Abrasi kornea (goresan pada kornea)
- Ulkus kornea
- Konjungtivitis (mata merah)
Masalah internal mata:
- Uveitis (peradangan lapisan tengah mata)
- Iritis (peradangan iris)
- Katarak yang berkembang
- Skleritis (peradangan sklera)
Gangguan neurologis:
- Migrain (dengan atau tanpa sakit kepala)
- Meningitis (peradangan selaput otak)
- Ensefalitis
- Perdarahan subarachnoid
Kondisi lain:
- Albinisme (kekurangan pigmen)
- Aniridia (tidak adanya iris)
- Keracunan merkuri
- Efek samping obat tertentu (tetrasiklin, furosemid)
- Kekurangan vitamin B2 (riboflavin)
- Depresi atau gangguan kecemasan
Apa yang Harus Dilakukan?
- Catat kapan sensitivitas cahaya terjadi dan apakah ada pemicu spesifik
- Gunakan kacamata hitam dengan proteksi UV saat di luar ruangan
- Kurangi kecerahan layar komputer dan smartphone
- Gunakan pencahayaan tidak langsung di rumah
- Jika disertai sakit kepala parah, demam, leher kaku, atau perubahan penglihatan mendadak, segera ke IGD
- Konsultasikan dengan dokter mata untuk pemeriksaan menyeluruh
6. Perubahan Warna atau Penampilan Sklera (Bagian Putih Mata)
Gejala yang Sering Diabaikan
Bagian putih mata (sklera) yang sehat seharusnya berwarna putih bersih atau putih kebiruan. Perubahan warna pada sklera sering diabaikan karena terjadi secara bertahap atau dianggap hanya akibat kelelahan. Padahal, perubahan warna sklera bisa menjadi indikator penting kondisi kesehatan, baik mata maupun tubuh secara keseluruhan.
Perubahan warna sklera yang perlu diwaspadai:
Sklera menguning (ikterik) – Bisa menjadi tanda:
- Penyakit hati (hepatitis, sirosis)
- Penyakit kantung empedu
- Anemia hemolitik
- Penyakit Gilbert
- Pada bayi baru lahir: jaundice neonatal
Sklera kemerahan atau dengan pembuluh darah terlihat jelas – Bisa menandakan:
- Konjungtivitis (viral, bakteri, atau alergi)
- Mata kering kronis
- Blefaritis (peradangan kelopak mata)
- Kurang tidur kronis
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Hipertensi (dalam beberapa kasus)
- Skleritis atau episkleritis (peradangan sklera)
Sklera kebiruan – Jarang dan bisa mengindikasikan:
- Osteogenesis imperfecta (kelainan genetik)
- Sklera yang sangat tipis
- Sindrom Marfan
Bintik kuning pada sklera (pinguecula) – Umumnya tidak berbahaya, tapi menandakan:
- Paparan sinar UV berlebihan
- Iritasi kronis dari debu atau angin
Benjolan menonjol pada sklera (pterygium) – Pertumbuhan jaringan yang bisa mengganggu penglihatan jika tidak ditangani.
Mengapa Ini Terjadi?
Perubahan warna sklera mencerminkan berbagai kondisi:
Pembuluh darah melebar – Akibat iritasi, alergi, infeksi, atau peningkatan tekanan darah.
Penumpukan bilirubin – Pada kasus penyakit hati atau gangguan pemecahan sel darah merah.
Penipisan sklera – Akibat penuaan, kondisi genetik, atau peradangan kronis.
Pertumbuhan jaringan abnormal – Akibat paparan lingkungan atau kondisi autoimun.
Apa yang Harus Dilakukan?
- Sklera kuning: SEGERA ke dokter untuk pemeriksaan fungsi hati
- Mata merah persisten: konsultasikan dengan dokter mata dalam 2-3 hari
- Mata merah dengan nyeri atau perubahan penglihatan: segera ke dokter
- Gunakan kacamata pelindung UV untuk mencegah pinguecula dan pterygium
- Hindari menggosok mata yang dapat memperparah kemerahan
- Jaga hidrasi dan tidur cukup
- Batasi konsumsi alkohol
7. Kesulitan Melihat di Malam Hari (Night Blindness)
Gejala yang Sering Diabaikan
Banyak orang menganggap kesulitan melihat di malam hari atau dalam cahaya redup adalah hal yang wajar, terutama saat mengemudi malam. Namun, jika Anda mengalami kesulitan signifikan beradaptasi dengan cahaya rendah atau tidak bisa melihat dengan baik dalam kondisi yang orang lain anggap cukup terang, ini bisa menjadi tanda night blindness atau nyctalopia yang perlu perhatian medis.
Tanda-tanda night blindness:
- Sangat sulit atau tidak bisa melihat dalam cahaya redup
- Kesulitan mengemudi di malam hari karena tidak bisa melihat jalan dengan baik
- Membutuhkan waktu sangat lama (lebih dari beberapa menit) untuk menyesuaikan mata dari cahaya terang ke gelap
- Sering menabrak benda saat berjalan di tempat gelap
- Tidak bisa menavigasi ruangan dengan pencahayaan redup
- Takut atau cemas keluar di malam hari karena masalah penglihatan
- Kesulitan melihat bintang di langit malam yang orang lain bisa lihat dengan jelas
Mengapa Ini Terjadi?
Night blindness bukanlah penyakit tersendiri, melainkan gejala dari berbagai kondisi:
Kekurangan vitamin A – Vitamin A penting untuk pembentukan rhodopsin, pigmen di sel batang retina yang memungkinkan penglihatan dalam cahaya rendah. Kekurangan vitamin A adalah penyebab paling umum night blindness yang dapat diperbaiki.
Katarak – Keruhan pada lensa mata menghambat cahaya masuk, membuat penglihatan malam semakin sulit.
Glaukoma – Kerusakan saraf optik dapat mempengaruhi penglihatan perifer dan kemampuan melihat dalam gelap.
Retinitis pigmentosa – Penyakit genetik yang menyebabkan degenerasi progresif sel batang retina. Gejala awal biasanya night blindness yang memburuk seiring waktu.
Miopia tinggi (rabun jauh) – Orang dengan miopia tinggi sering mengalami kesulitan melihat di malam hari.
Penyakit retina lainnya:
- Retinopati diabetik
- Degenerasi makula
- Ablasi retina parsial
Efek samping operasi refraktif – Beberapa orang mengalami kesulitan penglihatan malam setelah LASIK atau operasi mata lainnya.
Obat-obatan tertentu – Beberapa obat glaukoma dapat menyebabkan penyempitan pupil yang memperburuk penglihatan malam.
Apa yang Harus Dilakukan?
Segera konsultasikan dengan dokter mata jika:
- Night blindness muncul tiba-tiba
- Semakin memburuk dengan cepat
- Disertai gejala lain seperti penglihatan terowongan atau kehilangan penglihatan perifer
- Mempengaruhi keamanan berkendara atau aktivitas sehari-hari
Langkah-langkah yang dapat dilakukan:
Tingkatkan asupan vitamin A:
- Hati sapi atau ayam
- Wortel, ubi jalar, labu
- Bayam, kale, dan sayuran hijau gelap
- Mangga, paprika merah
- Telur dan produk susu
- Suplemen vitamin A (konsultasikan dosis dengan dokter)
Adaptasi gaya hidup:
- Hindari mengemudi di malam hari jika memungkinkan
- Gunakan pencahayaan ekstra di rumah
- Beri waktu lebih lama untuk mata beradaptasi saat masuk ke ruangan gelap
- Gunakan kacamata anti-silau saat mengemudi malam
- Pertimbangkan menggunakan tongkat atau bantuan mobilitas dalam kondisi gelap
Perawatan medis:
- Operasi katarak jika katarak adalah penyebabnya
- Kontrol gula darah untuk retinopati diabetik
- Suplemen atau terapi untuk kondisi spesifik sesuai diagnosis
- Alat bantu penglihatan rendah jika diperlukan
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Beberapa gejala mata memerlukan perhatian medis segera (dalam 24 jam atau kurang):
Gejala darurat:
- Kehilangan penglihatan mendadak, baik sebagian atau total
- Nyeri mata parah yang tidak membaik dengan istirahat
- Cedera mata atau benda asing di mata
- Peningkatan mendadak floaters dengan kilatan cahaya
- Tirai atau bayangan menutupi penglihatan
- Mata merah dengan nyeri dan penglihatan kabur
- Pupil berbeda ukuran (anisocoria) yang baru muncul
- Penglihatan ganda yang baru terjadi
- Sklera kuning (ikterik)
Gejala yang perlu konsultasi dalam beberapa hari:
- Penglihatan kabur yang berlanjut
- Mata kering atau gatal yang tidak membaik dengan perawatan rumahan
- Kedutan mata yang berlangsung lebih dari 2 minggu
- Sensitivitas cahaya yang memburuk
- Kesulitan melihat di malam hari yang semakin parah
Tips Menjaga Kesehatan Mata
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Berikut tips untuk menjaga kesehatan mata:
1. Pemeriksaan Mata Rutin
- Usia 20-39 tahun: setiap 2-4 tahun
- Usia 40-64 tahun: setiap 1-2 tahun
- Usia 65+ tahun: setiap tahun
- Lebih sering jika memiliki faktor risiko atau riwayat penyakit mata
2. Lindungi Mata dari Sinar UV
- Gunakan kacamata hitam dengan proteksi UV 100%
- Kenakan topi bertepi lebar saat di luar ruangan
- Hindari paparan sinar matahari langsung pada jam 10 pagi – 2 siang
3. Istirahatkan Mata Secara Teratur
- Terapkan aturan 20-20-20
- Berkedip lebih sering saat menggunakan layar
- Atur posisi layar 50-60 cm dari mata
- Gunakan filter cahaya biru pada perangkat digital
4. Konsumsi Nutrisi untuk Kesehatan Mata
- Vitamin A, C, dan E
- Omega-3 (DHA dan EPA)
- Lutein dan zeaxanthin
- Zinc dan selenium
- Antioksidan dari buah dan sayuran berwarna
5. Hindari Kebiasaan Buruk
- Jangan merokok
- Batasi konsumsi alkohol
- Jangan tidur dengan lensa kontak
- Hindari menggosok mata
- Lepaskan makeup mata sebelum tidur
6. Kelola Kondisi Kesehatan
- Kontrol diabetes
- Jaga tekanan darah normal
- Kelola kolesterol
- Pertahankan berat badan sehat
7. Gunakan Pelindung Mata
- Saat berolahraga
- Saat bekerja dengan bahan kimia
- Saat menggunakan alat yang bisa mengeluarkan serpihan
- Saat berenang (gunakan kacamata renang)
Kesimpulan
Mata adalah aset berharga yang memerlukan perhatian dan perawatan berkelanjutan. Tujuh ciri mata tidak sehat yang sering diabaikan ini—mata kering dan gatal, penglihatan kabur intermiten, kedutan mata, peningkatan floaters, sensitivitas cahaya berlebihan, perubahan warna sklera, dan kesulitan melihat di malam hari—semuanya adalah sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan.
Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah kerusakan permanen pada penglihatan. Banyak kondisi mata yang jika ditangani sejak awal dapat dicegah atau diperlambat perkembangannya. Sebaliknya, jika diabaikan, kondisi sederhana bisa berkembang menjadi masalah serius yang mengancam penglihatan.
Jangan menunggu sampai gejala menjadi parah atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika Anda mengalami salah satu dari ciri-ciri di atas, terutama jika berlangsung lebih dari beberapa hari atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter mata. Ingat, penglihatan yang hilang seringkali tidak dapat dikembalikan, jadi lindungi mata Anda mulai dari sekarang.
Kesehatan mata adalah investasi untuk kualitas hidup Anda di masa depan. Rawat mata Anda dengan baik, dan mereka akan terus melayani Anda dengan baik sepanjang hidup.








